Our Blog

Vulkanisme adalah

Table of Contents

Vulkanisme adalah

Vulkanisme adalah gejala-gejala yang berkaitan dengan keluarnya magma dari dari perut bumi ke atas permukaan bumi.

  1. Instrusi, Ekstrusi, dan dampaknya bagi kehidupan

Magma yang menerobos dari dalam bumi menuju permukaan bumi berasal dari dapur magma. Magma yang membeku di dalam bumi dengan massa yang besar disebut batolit. Di dalam dapur magma, suhu sangat tinggi. Namun, semakin ke atas, suhu magma akan menjadi dingin dan semakin dingin.

Magma yang menerobos keluar permukaan namun belum sampai ke permukaan bumi disebut instrusi magma. Sedangkan magma yang sampai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Proses ekstrusi magma disebut dengan erupsi. Kemudian magma yang keluar ke permukaan bumi disebut lava yang berupa cairan.

Magma yang membeku akan berubah menjadi batuan beku. Berikut ini adalah tiga jenis batuan beku, yaitu batuan beku luar, batuan beku sela (gang/korok), dan batuan beku dalam.

  1. Batuan beku luar (batuan beku ekstrusif)

contoh batuan beku luar (petrologi.com)

Batuan beku luar terbentuk dari magma yang keluar dan proses pembekuannya ada di permukaan bumi. Proses pendinginan magma berlangsung sangat cepat sehingga seluruh batuan mengalami pembekuan yang merata.

Ketika pembekuan berlangsung sangat cepat, maka gas-gas yang ada dalam batuan tidak sempat keluar. Batuan yangterbentuk adalah batu apung. Contoh batuan apung adalah obsidian, riolit, trakit, andesit, dan basalt.

  1. Batuan beku sela

contoh batuan beku sela atau korok (petrologi.com)

Batuan baku sela, atau yang biasa disebut batuan beku korok dan gang, terbentuk di sela-sela lapisan kulit bumi. Proses pendingan magma di bagian ini berlangsung agak cepat namun tidak terlalu lambat yang menyebabkan sebagian massa magma mengalami pembekuan dan sebagian lagi mengalami proses pengkristalan.

Batuan beku sela ini disebut dengan batuan porfir atau porfiris. Contoh batuan beku sela adalah granit, gabro, dasit, dan diorit.

  1. Batuan beku dalam

contoh batuan beku dalam (petrologi.com)

Batuan beku dalam adalah pembekuan magma yang terjadi di dalam bumi. Di dalam bumi, proses pendinginan magma sangatlah lambat. Yang terjadi disini adalah proses pengkristalan. Oleh karena itu salah satu ciri batuan dalam adalah berupa Kristal-kristal besar atau disebut holokristalin.

  1. Bentuk gunung Api

gunung api (pixabay.com)

Menurut bentuknya, gunung api digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu gunung api perisai, gunung api strato, dan gunung api maar.

  1. Gunung api perisai

Gunung api perisai berbentuk seperti perisai atau tameng. Gunung api ini memiliki lereng yang sangat landai. Material yang dikeluarkan ketika terjadi erupsi biasanya berupa lava yang sangat cair. Contoh gunung api perisai adalah Gunung Manoa Loa di Hawaii.

  1. Gunung api strato

Gunung api strato berbentuk seperti kerucut. Material yang dikeluarkan ketika terjadi erupsi adalah berupa lava cair dan lava kental yang keluar berselang seling. Akibat yang ditimbulkan adalah material akan menumpuk di puncak gunung sehingga gunung yang semacam ini makin lama makin bertambah tinggi. Contohnya adalah gunugn Merapi di Jawa Tengah.

  1. Gunung api maar

Gunung api maar memiliki letusan yang sangat dahsyat sehingga membuat batuan yang ada disekeliling lubang kepundan terbawa keluar dan membentuk lubang kepundan yang menyerupai corong.

Contoh gunung api maar adalah gunung Paricutin di Meksiko dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara.

Sumber : https://forbeslux.co.id/