Our Blog

Teori Motivasi yang aku pilih.

Teori Motivasi yang aku pilih

Teori Motivasi yang aku pilih.

Assalaamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di pagi hari yang cerah ini, semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Pada kesempatan kali ini saya akan membicarakan mengenai 3 teori motivasi, dari ilmu yang saya dapat dari seorang dosen saya yang semoga Allah selalu menjaga dan merahmati beliau.

3 teori motivasi tersebut adalah :

1.Political Motivation (motivasi yang dilakukan hanya mengikuti prosedur)
2.Emotional Motivation (motivasi yang diiringi emosional semangat)
3.Spritual Motivation (motivasi yang diiringi segala sesuatu dengan ibadah)

Secara ringkas saya jelaskan, yang pertama mengenai Political Motivation.
Jadi orang yang menjalankan teori ini, dia akan keukeuh akan pendiriannya, kalau sudah A, ya A ! Tidak bisa menjadi B maupun menjadi C.

Kemudian, Emotional Motivation, orang tersebut akan berusaha mengalir mengikuti aliran massa (yang sesuai dengan kehendak hatinya dan berusaha mengadaptasikannya), misalnya dia A, namun yang didapat adalah B, maka dia akan berusaha bagaimana caranya dia menjadi B.
Contoh: Seseorang lulusan Teknik Informatika Univ.Gunadarma, melamar pekerjaan dan ternyata mendapat pekerjaan di Perbanakan Syari’ah, mau tidak mau, dia tidak keluar dari pekerjaan tersebut, tapi berusaha bagaimana caranya saya bisa survive di sini dan membuat bagaimana pekerjaan ini menjadi menyenangkan.

Kemudian yang terakhir, Spiritual Motivation.
Orang tersebut akan mendapat motivasi langsung dari keimanannya kepada tuhan yang satu, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Orang tersebut akan berusaha melakukan segala macama pekerjaan tanpa harus “menanggalkan” agamanya hanya demi mendapatkan beberapa butir nasi. Orang tersbut berusaham berdoa, dan tetap istiqomah menjalankan apa yang telaha diperintahkan oleh Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan diantara ketiga teori motivasi ini, saya memilih yang ketiga, mengapa? Sok suci? bukan !

Apakah anda tahu?

Seseorang yang menjalankan Spiritual Motivation, berarti secara dia sadari atau tidak, dia telah merapkan pula dua teori motivasi yang sebelumnya.

Bukankah seseorang yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah seseorang yang menjalankan prosedur (Political Motivation) dari Al Qur-an dan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah melalui lisan Rasul-Nya yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al Hadist). Dan bukankah orang tersebut, seberat apapun prosedurnya, akan berusaha menjalankannya dengan semangat (Emotional Motivation). Karena dia percaya salah satunya dengan ayat di bawah ini, pada surat Al-Kahfi ayat 110.

قل انما انا بشر مثلكم يوحي الي انما الهكم اله واحد فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربه احدا

Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan perbuatan yang baik dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya (ALLAH)“.

Itulah alasan saya memilih Spiritual Motivation sebagai landasan motivasi saya dalam kehidupan ini.

Semoga saudaraku-saudaraku dapat mengambil hikmah pelajaran dari penjelasan yang singkat ini. Kita memohon kepada Allah taufiq dan hidayah serta ilmu yang bermanfaat dan juga semangat untuk mengerjakan amalan yang shalih.

Tambahan faedah : Apa syarat amalan tersebut masuk ke dalam kategori “Amalan Shalih”?

Ada 2 syaratnya:

1. Ikhlash (Semata-mata menharap balasan dari Allah subhanahu wa ta’ala)
2. Ittiba’ (Beribadah mengikuti contoh/tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam)

Dan ini adalah kandungan dari rukun Islam yang pertama yaitu 2 kalimat syahadat.

أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله
“Asyhadu an-laa ilaaha ilallah wa Asyahu anna Muhammadar Rasulullah”

Adapun kewajiban yang harus dilakukan dalam mengamalkan 2 kalimat syahadat ini adalah : [1]

1. Kewajiban setelah bersaksi Asyahadu alla ilaaha illallah

Konsekuensi orang yang bersaksi Asyahadu alla ilaaha illallah adalah wajib meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Seluruh ibadah haruslah ia lakukan ikhlas kepada Allah semata. Dan juga, ia wajib mencintai orang yang bertauhid (menyembah Allah semata) dan membenci orang yang berbuat syirik (menyekutukan Allah).

2. Kewajiban setelah bersaksi Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah

Orang yang telah bersaksi Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah maka konsekuensinya ia wajib membenarkan segala yang dikabarkan oleh Rasulullah tanpa meragukannya, melakukan apa yang Beliau perintahkan, menjauhi apa yang beliau larang, mendahulukan dan menghormati sabda beliau di atas perkataan selainnya, beribadah kepada Allah sesuai tuntunannya, tidak menambah-nambah ajarannya, serta melahirkan sikap cinta terhadap orang yang taat dengan sunnah beliau dan benci terhadap orang yang mengingkari sunnah beliau. Dan termasuk pula meyakini beliau sebagai penutup para Nabi dan Rasul, tidak ada lagi nabi setelah beliau.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/