Our Blog

Struktur Keluarga adalah

Struktur Keluarga adalah

Struktur Keluarga adalah

  1. Pola komunikasi keluarga

Keluarga Bpk.V mempunyai pola komunikasi yang fungsional.Komunikasi berjalan denagn dua arah dan saling memuaskan kedua belah puhak.Kalau ada maslah keluarga, biasanya didiskusikan dan diberikan umpan balik yang tepat. Kadangkala antara Ibu.S dan Bpk.V ada terjadi perbedaan pendapat, namun segera mereda karena biasanya dengan kesadaran sendiri akan meminta maaf jika merasa bersalah.

Komunikasi dengan An.R juga cukup lancar, karena An.R sudah berumur hampir 4 tahun, jadi  kata-kata An.R sudah cukup dimengerti dan tidak membingungkan lagi. Namun komunikasi verbal dengan An.A belum bisa,karena masih kecil-8 bulan.Tapi An. A sudah bisa memanggi “pa,ataupun ma”.Dalam berkomunikasi sehari-hari, keluarga Bpk.V menggunakan bahasa minang. Tidak ada pola kominikasi disfungsional yang ditemukan dalam keluarga.

  1. Struktur kekuatan keluarga

Yang memegang kendali rumah tangga tetap pada Bpk.V sebagai kepala keluarga. Dalam urusan rumah tangga seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari (memasak,mencuci,dll), mengurus dan mengasuh anak, tetap dipegang oleh Ibu.S sebagai ibu rumah tangga.Proses pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah ataupun konsensus.Maksudnya bila ada perbedaan pendapat masih bisa disatukan.

  1. Struktur peran

Saat ini Bpk.V berperan sebagai kepala rumah tangga yang bertanggungjawab pada keluarganya, mencari nafkah untuk pemenuhan kebutuhan primer maupun sekunder keluarga. Selain itu Bpk.V juga berperan sebagai penenang bila An.R mengganggu Ibu.S yang sedang bekerja melakukan pekerjaan rumah tangga ataupun mengganggu adiknya. Sedangkan Ibu.S berperan sebagi pengurus rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti memasak,mencuci,dll dan merawat anak. Sebagai istri, Ibu.S menghormati dan berbakti kepada suami dalam memenuhi kebutuhan seksual suami.

  1. Nilai dan norma keluarga

Ibu.S menyakini tentang nilai-nilai yang berhubungan dengan kesehatan yang ada di masyarakat.Ibu.S mengatakan tidak pernah percaya pada dukun/paranormal.Kalau sakit,keluarga biasanya menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Nila An.R atau An.A sakit, keluarga Ibu.S akan langsung membawa anaknya ke puskesmas,rumah sakit maupun ke dokter speialis anak yang sudah menjadi langganan keluarganya.


Baca Artikel Lainnya: