Our Blog

Siswa Tanah Air Borong 6 Medali Emas, 3 Perak

Siswa Tanah Air Borong 6 Medali Emas, 3 Perak

Siswa Tanah Air Borong 6 Medali Emas, 3 Perak

Siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berhasil meraih juara umum ajang kompetisi Internasional

“World Skills Asia (WSA)” 2018. Sedikitnya ada 6 medali emas dan 3 medali perak yang berhasil diborong para siswa saat berkompetisi dengan perwakilan dari 19 negara lainnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih para siswa. Apalagi pencapaiannya melampaui target yakni 3 emas, dari17 ajang yang dilombakan.

“Ini sangat membanggakan, para siswa kita berhasil memborong 6 medali emas dan 3 medali perak dan menjadi juara satu dari 19 negara perserta. Itu melebih target kita mendapatkan 3 emas,” tutur Mendikbud.

Enam siswa yang berhasil mendapatkan medali emas, yakni Luki Centuri untuk bidang lomba Web Design;

Firli Rizki untuk bidang lomba Electrical Installation; Rizki Muhammad untuk bidang lomba IT Network System Administration; Hengky Sanjaya untuk bidang lomba IT Software Solution for Business; Isnaeni Wulandari untuk bidang lomba Fashion Technology, dan; A.Nur Fatkhul Cholbi untuk bidang lomba Refrigeration and Air Conditioning.

Sedangkan medali perak diraih oleh Salyan Alqosomi untuk bidang lomba Welding; Mustaqim untuk bidang lomba Automobile Technology, dan; M. Khairul Abdulloh untuk bidang lomba Electronics.

Anggota delegasi Indonesia tersebut adalah lulusan SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Kendal, SMKN 4 Surakarta

, SMKN Bandung, SMKN 2 Banyumas, SMKN 2 Kota Serang, SMKN 2 Sukohardjo, SMK PGRI 3 Malang, dan SMK Immanuel.

Luki Centuri peraih medali emas untuk bidang Web Design, menyampaikan rasa bahagianya bisa mendapatkan juara pertama. “Saya merasa bahagia sekali bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional, dan mendapatkan medali emas. Untuk mengikuti lomba ini saya sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2017. Mengikuti kompetisi ini sangat menyenangkan bisa bertemu anak-anak muda dari berbagai negara, dan lawan berat saya dari Korea Selatan, karena kerja mereka sangat cepat dan teliti,” ungkap Luki saat menceritakan pengalamannya.

 

Baca Juga :