Our Blog

sikap generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia

sikap generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia

sikap generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia

Pada artikel kali ini berkaitan dengan tugas saya yaitu Bagaimana sikap generasi muda dalam melestarikan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Karena itu wajib hukumnya bagi warga Negara Indonesia untuk merawat dan melestarikannya. Tidak hanya dipakai dalam menyusun naskah pidato atau naskah undang-undang saja namun seharusnya bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dewasa ini, bahasa Indonesia mulai ditinggalkan si empunya. Maraknya bahasa gaul atau bahasa modern yang kini menyebar luas di kalangan pemuda-pemudi Indonesia tampaknya telah menggeser kedudukan bahasa Indonesia di mata mereka. Kini mereka tidak lagi bersemangat untuk mempelajari bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan. Dahulu, pemuda-dan pemudi Indonesia begitu kerasnya berjuang mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya tercetuslah sumpah yang sangat terkenal yakni sumpah pemuda. Isi sumpah tersebut di antaranya adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah untuk menjunjung suatu bahasa yang akan mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia, bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk memberikan motivasi dan alasan bagi seluruh warga Indonesia untuk kembali mencintai dan bangga akan bahasa Indonesia. Motivasi dan alasan tersebut ada lima yakni:

* Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
* Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah.
* Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik.
* Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya.
* Bahasa Indonesia mulai dipelajari bangsa lain.
Pada motivasi dan Alasan tersebut, kita sebagai generasi muda adalah melestarikan bahasa kita sendiri bahasa indonesia. Dengan membiasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan mengajarkan kepada adik-adik kita yang lebih muda untuk lebih sering menggunakan bahasa Indonesia. Jangan sampai bahasa Indonesia kita ini tertindas oleh bahasa-bahasa lainnya.

Contoh kasus dalam menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baik seperti ;

– Generasi muda zaman sekarang banyak yang sering mengetik status atau apalah di jarring social, sms, ataupun lainnya , seperti “ MET PAGIE CEMUA NYA” atau dalam bahasa sms “GI PA QMU” seharusnya dalam tulisan sperti di atas “SELAMAT PAGI SEMUANYA” atau “LAGI APA KAMU” . padahal tidak semua orang mengerti apa yang mereka tulis seperti itu.

Sangat ironis memang, generasi muda zaman sekarang seolah sudah tidak berminat lagi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang mana pada dasarnya adalah bahasa nasional Negara kita ini. Rasa nasionalis memang harus kita pupukan sedini mungkin terhadap generasi kita, terutama dalam masalah bahasa, karena belakangan banyak bahasa-bahasa yang dibuat-buat yang tidak jelas apa tujuannya. Contoh kecilnya yang lagi marak sekarang adalah bahasa-bahasa alay. Sebenarnya pada dasarnya bahasa alay adalah bahasa Indonesia, namun banyak yang dirubah baik dari segi pengucapan dan tulisannya.

Mudah-mudahan para generasi muda kita ini sekarang sadar akan itu semua, karna kalau bukan para generasi muda ini yang menerapkan bahasa Indonesia dengan baik, siapa lagi kan kalau bukan kita -kita ini sebagai penerus bangsa , maka dari itu generasi muda harus menanamkan rasa nasionalisme dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. sebagai contoh untuk para adik-adik kita yang masih TK, SD, SMP bahkan dikalangan orang- orang dewasa sekalipun.
semoga bermanfaat atas artikel yang saya buat ya

Sumber : https://usgsprojects.org/