Our Blog

PERENCANAAN LOKASI PABRIK

Table of Contents

PERENCANAAN LOKASI PABRIK

PERENCANAAN LOKASI PABRIK

PERENCANAAN LOKASI PABRIK

Penetapan lokasi pabrik akan melibatkan keterikatan sumber-sumber daya terhadap suatu rencana jangka panjang. Dengan demikian perkiraan mengenai letak pasar atau konsumen dan letak bahan baku adalah sangat penting, sebab hal ini akan mempengaruhi distribusinya.
Pemilihan lokasi pabrik pada umumnya bertujuan untuk meminimalkan jumlah seluruh biaya. Dalam hal ini kita harus memikirkan biaya-biaya dalam jangka panjang. Oleh karena itu lokasi pabrik sangat menentukan kedudukan dan kelangsungan hidup perusahaan.
Jadi tujuan penentuan lokasi pabrik dengan tepat adalah agar dapat membantu perusahaan beroperasi atau berproduksi dengan lancar, supaya lebih berdaya guna serta lebih berhasil guna.  Hal ini berarti bahwa, dalam penentuan lokasi pabrik perlu diperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi dan distribusi, agar dapat lebih ditekan serendah mungkin. Dengan adanya penentuan lokasi pabrik yang tepat, akan :
1) Dapat melayani konsumen dengan memuaskan
2) Dapat memperoleh tenaga kerja yang cukup
3) Dapat memperoleh bahan baku yang baik dengan harga bersaing
4) Memungkinkan perluasan pabrik
Namun demikian mungkin saja untuk waktu yang sekarang, suatu lokasi pabrik yang cukup baik, tetapi di kemudian hari ternyata timbul masalah penempatan lokasi yang baru. Hal ini mungkin disebabkan karena :
1) Adat kebiasaan masyarakat yang berubah
2) Pusat-pusat penduduk dan perdagangan berpindah tempat
3) Adanya jaringan-jaringan komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik
Faktor- faktor yang mempengaruhi perencanaan lokasi pabrik :
a. Faktor Primer (utama)
1) Letak Bahan Mentah
Letak pabrik yang mendekati bahan mentah mempunyai keuntungan sebagai berikut:
(1) Terjaminnya kelancaran arus bahan mentah
(2) Tingkat kerusakan bahan mentah dapat diperkecil
(3) Ongkos angkut barang lebih murah
Suatu pabrik sebaiknya mendekati letak bahan baku apabila :
(1) Terdapat kemerosotan bobot yang besar dari bahan mentah sampai produk selesai
(2) Harga bahan baku per unit mahal, sehingga kerusakan sedikit saja dari bahan baku tersebut, memakan ongkos yang besar
(3) Ongkos angkut bahan mentah dari tempat bahan mentah ke lokasi pabrik, sangat tinggi.
2) Letak Pasar
Tujuan lokasi pabrik mendekati pasar, ialah agar produk cepat sampai ke konsumen (terutama untuk produk yang tidak tahan lama), serta untuk menghemat biaya distribusi.
Lokasi pabrik cenderung mendekati pasar apabila :
(1) Produk jadi termasuk barang yang tidak tahan lama atau cepat rusak (misal: makanan, minuman)
(2) Ongkos angkut barang jadi lebih mahal disbanding ongkos angkut bahan mentah (misal: perusahaan meubel ukir)
3) Pengangkutan (Transportasi)
Perusahaan yang terletak di daerah yang sulit dijangkau alat angkutan umum, harus menyediakan sendiri alat angkut tersebut. Sehingga dibutuhkan investasi yang cukup besar. Dalam hal ini alat angkut umum yang biasanya digunakan adalah kereta api, kapal laut, pesawat udara, truk dan sebagainya.
4) Suplai Tenaga Kerja
Dalam suatu proses produksi, ikut terlibat di dalamnya tenaga kerja, baik tenaga kerja yang terdidik maupun tenaga kerja tak terdidik serta tenaga ahli. Dapat dikatakan bahwa, kualitas tenaga kerja ikut menentukan kualitas produk akhir. Oleh karena itu banyak perusahaan yang karena produk akhirnya dituntut suatu kualifikasi tertentu, maka lokasi perusahaan cenderung mendekati tenaga ahli. Misalnya: perusahaan batik, perak, ukir-ukiran, kerajinan kulit, dan lain sebagainya.
5) Terdapatnya tenaga pembangkit listrik
Suatu perusahaan yang sebagian besar proses produksinya memerlukan tenaga listrik, cenderung mencari lokasi yang mudah mendapatkan suplai tenaga listrik.

b. Faktor Sekunder
Faktor sekunder ini antara lain:
1) Rencana masa depan perusahaan (transportasi, kemajuan teknik operasi perusahaan).
2) Kemungkinan perluasan usaha (areal tanah harus luas).
3) Terdapatnya fasilitas servis (bengkel servis, tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, sarana rekreasi).
4) Terdapatnya fasilitas pembelanjaan perusahaan (lembaga kredit, bank koperasi)
5) Sikap dari masyarakat setempat (bersikap positif/ mendukung atau negatif/tidak mendukung).
6) Keadaan tanah (ini perlu mendapat perhatian terutama untuk pabrik keramik, semen, genteng, batu bata).
7) Iklim (pabrik tertentu memerlukan kelembaban suhu udara tertentu).
8) Tinggi rendahnya tingkat pajak dan masalah Undang Undang Perburuhan
Setelah lokasi pabrik ditetapkan maka selanjutnya adalah merencanakan pendirian bangunan pabrik yaitu untuk melindungi jalannya proses produksi dan tenaga kerja dari gangguan yang dapat menghambat jalannya operasi perusahaan. Gangguan tersebut dapat berupa pengaruh cuaca atau suhu yang buruk dan dari faktor lain yaitu agar aman dari pencurian. Di dalam mendirikan bangunan, perlu dipertimbangkan:
1) Luas bangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
2) Jenis bangunan :  permanen, tidak permanen
3) Bentuk bangunan :  model, bertingkat atau tidak bertingkat
Dengan adanya perencanaan bangunan, maka akan dapat diperoleh manfaat antara lain:
1) Memperlancar jalannya proses produksi dan operasi perusahaan
2) Memperkecil persediaan barang setengah jadi
3) Memperoleh pemanfaatan luas lantai yang efektif
4) Menurunkan biaya pengangkutan dalam pabrik
5) Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
6) Menurunkan biaya pemeliharaan
7) Menyederhanakan pengawasan proses produksi
Di samping faktor utama tersebut, perlu pula dipertimbangkan beberapa faktor lainnya, yaitu:
1) Kemungkinan perluasan perusahaan
2) Fasilitas lain seperti :  tempat ibadah, tempat olah raga, kesenian, taman, tempat parkir, kantin kamar mandi
3) Peralatan untuk pengamanan dan tanda-tanda bahaya
4) Dan lain-lain

Sumber : https://ekonomija.org/