Our Blog

PERENCANAAN LETAK FASILITAS PRODUKSI

PERENCANAAN LETAK FASILITAS PRODUKSI

PERENCANAAN LETAK FASILITAS PRODUKSI

Perencanaan letak fasilitas produksi juga sering disebut Layout fasilitas pabrik, yaitu tata letak mesin dan peralatan lainnya yang digunakan dalam proses produksi. Ini merupakan tahap perpaduan desain suatu system produktif. Pada tahap ini perusahaan harus menyediakan segala faktor rencana proses dan sesain pekerjaan, misalnya kapasitas ruangan untuk meletakkan peralatan dan untuk para pekerja, kemudian metode pemindahan bahan dalam pabrik serta pertimbangan fleksibilitas untuk perubahan atau perluasan di waktu yang akan datang.
Suatu tata letak yang baik dapat diartikan sebagai penyusunan mesin dan peralatan pabrik dengan teratur dan efisien, termasuk didalamnya pengaturan tenaga kerja. Fasilitas produksi disini termasuk : gudang, tempat pemeliharaan, tempat pengiriman barang.

TIPE-TIPE TATA LETAK PRODUKSI
a. Tata Letak Produk/Garis (Product/Line Layout)
Di sini pengaturan fasilitas produksi secara berurutan sesuai dengan jalannya proses produk sejak dari bahan mentah sampai dengan produksi selesai diproses. Jenis tata letak ini biasanya untuk membuat produk secara massa/besar-besaran terus-menerus dan produk standar.
b. Tata Letak Proses atau Fungsional (Process/Functional Layout)
Cara pengaturan tata letak disini ialah, mesin/peralatan yang sama atau sejenisnya dikelompokkan pada satu tempat/ruangan yang sama. Jadi tata letak ini bertitik tolak pada kesamaan pekerjaan atau proses dan bukan pada urutan proses pekerjaan.
Jenis tata letak ini sering digunakan pada perusahaan dimana proses produksinya terputus-putus (untuk pesanan) dan bukan produk standar, melainkan produk pesanan. Pengawasan produksinya lebih ketat karena arus produksinya berbeda-beda.
c. Fixed Position Layout
Di sini semua komponen untuk semua proses produksi diletakkan dekat tempat proses produksi. Bahan baku dan bahan pembantu serta semua peralatan diletakkan pada lokasi yang tetap. Tata letak ini bukan untuk produk yang stabil pembuatannya, tetapi biasanya untuk proses produksi yang berpindah-pindah. Contoh: pembuatan jembatan, dam, bangunan. Jadi setelah proses produksi selesai, peralatan seluruhnya akan dipindahkan ke lain tempat untuk proses produksi berikutnya.

Baca Juga :