Our Blog

Material hasil erupsi

Table of Contents

Material hasil erupsi

 Material hasil erupsi

Material hasil erupsi

Material hasil erupsi

Ketika gunung berapi meletus, bahan-bahan yang keluar terdiri dari tiga jenis, yaitu material padat, material cair, dan gas.

material gunung berapi (pixabay.com)

  1. Material padat

Material padat disebut dengan piroklastik. Piroklastik dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu batu-batu besar yang disebut bom, batu-batu kecil yang disebut lapili, kerikil, pasir, dan debu atau abu vulkanis.

  1. Material cair

Material cair yang dikeluarkan oleh gunung berapi adalah lava. Kemudian, lava yang bercampur dengan air dan lumpur disebut dengan lahar. Lava yang bercampur dengan air akan menghilangkan sifat lava yang panas menjadi dingin dan menimbulkan yang dinamakan lahar dingin.

Lahar dingin dapat membawa materi-materi besar seperti bom, debu, dan lumpur. Karena lahar dingin membawa material yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang kemudian bercampur dengan air, maka dampak yang ditimbulkan oleh lahar dingin sangat besar.

Ketika terjadinya erupsi bertepatan dengan curah hujan yang tinggi, lahar dingin yang terjadi akan semakin menimbulkan dampak yang sangat merusak. Lahar dingin akan dapat menyebabkan banjir bandang yang dapat merusak rumah warga dan lingkungan.

  1. Gas

Gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi ketika terjadi erupsi antara lain adalah asam sulfide (H2S), asam sulfat (H2SO4), karbon dioksida (CO2), klorin (Cl), dan hidrogen klorida (HCl).

  1. Gejala post vulkanis

Gunung berapi yang kurang aktif memiliki tanda-tanda yang disebut dengan gejala post vulkanis. Gejala ini berupa keluarnya beberapa jenis gas dan gejala-gejala lain sebperti berikut ini.

  1. Sumber gas asam arang atau karbon dioksida (CO2) berbahaya yang disebut dengan mofet. Contohnya adalah kawah timbang dan nila di Dieng (Jawa Tengah), Tangkuban perahu dan papandayan (Jawa Barat).
  2. Sumber gas belerang yang disebut solfatar. Contohnya di Dieng dan Rinjani.
  3. Sumber gas uap air yang disebut dengan fumarol. Contohnya Dieng dan Kamojang.
  4. Sumber air panas yang terjadi karena air tanah meresap ke bawah hingga mencapai tempat yng bersuhu tinggi. JIka air panas tersebut keluar menjadi sumber mata air, maka terbentuklah sumber air panas.

Sumber : https://cialis.id/