Our Blog

Kota Cimahi dan Kabupaten Garut Jawara O2SN Cabor Bulutangkis

Kota Cimahi dan Kabupaten Garut Jawara O2SN Cabor Bulutangkis

Kota Cimahi dan Kabupaten Garut Jawara O2SN Cabor Bulutangkis

Dalam lanjutan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (2018) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, Cabang Olahraga (Cabor) Bulutangkis Putra dan Putri memasuki final di GOR Lodaya, Kota Bandung, Kamis (26/7/18). Atlet Kontingen Kota Cimahi, Reza Trisnawibawa dan Kontingen Kabupaten Garut, Hanna Sri Najilah keluar sebagai jawara dan akan mewakili Jawa Barat di O2SN Tingkat Nasional.

Dilaga Final, Reza berhasil menundukkan Kontingen Kabupaten Bogor, Muhammad Khadafi Amri. Set pertama berjalan sengit dengan kejar mengejar skor. Reza dan Khadafi saling melancarkan serangan dan bertahan dengan baik. Namun, kelengahan Khadafi dalam mengantisipasi serangan membuat Reza unggul di set pertama, 21-18.

Di set kedua, Reza semakin menemukan permainan terbaiknya. Berbanding terbalik dengan Khadafi yang kehilangan ritme permainan. Reza unggul 9-0 di awal babak dengan memaksa Khadafi melakukan reli panjang yang tak bisa ia menangi. Sempat melawan di pertengahan babak dengan kelincahan dan kekuatan smash nya, Khadafi dipaksa mengakui keunggulan Reza dengan skor 21-11.

Sedangkan di tunggal putri, pertandingan antara Hanna dan Kontingen

Kabupaten Bogor, Ivanna Celia Handoyo berjalan sengit. Bermain ofensif, Ivanna suskes unggul di set pertama, 18-21. Namun perlahan, Hanna yang di set kedua bermain lebih tenang mampu mengimbangi permainan Ivanna. Alhasil, kejelian Hanna menempatkan bola diruang kosong yang tak bisa jangkau lawannya membuat ia unggul di set kedua, 21-15. Pemenang pun ditentukan lewat set ketiga.

Di set terakhir, Hanna semakin mendominasi pertandingan dan merepotkan Ivanna. Stamina menjadi pembeda di set ketiga ini. Hanna yang dapat mengatur tempo pertandingan berhasil menundukkan perjuangan Ivanna dengan skor 21-13.

Reza mengaku bahagia dan senang dapat keluar sebagai juara

. Ia pun berjanji akan menampilkan yang terbaik untuk Jawa Barat. “sekarang saya kelas dua belas, ini tahun terakhir saya dan saya akan beri yang terbaik untuk Jawa Barat,” ucap siswa SMA Pasundan Kota Cimahi tersebut.

Reza mengenal Bulutangkis lewat tayangan televisi. Sejak sekolah dasar, ia mengidolakan Taufik Hidayat sebagai idola sekaligus insipirator untuk mendalami olahraga yang berasal dari India ini. “Terinspirasi dari Taufik Hidayat, mulai dari sana fokus mendalami bulutangkis samping sekarang,” tambah Reza

Hal senada pun diucapkan oleh Hanna. Hanna yang sudah mengenal Bulutangkis

sedari kelas satu sekolah dasar tersebut berjanji akan menampilkan yang terbaik di kancah nasional. “Bangga bisa banggakan sekolah dan kabupaten, harapannya bisa meraih emas di Nasional, yang pasti ingin tampil lebih baik dan lebih baik lagi,” pungkas siswa SMAN 4 Garut tersebut.

Hanna mengatakan, peran Ayah sangat berpengaruh dalam karir bulutangkis. “Saya kenal bulutangkis dari Ayah, soalnya Ayah suka badminton dan dirumah Ayah punya lapangan bulutangkis, jadi mulai dikenalin dari sana,” kenang Hanna.***

 

Sumber :

https://danangtrip.net/indonesian-exams-too-hard-students-want-to-die/