Our Blog

KERANGKA KERJA UNTUK METRIK PERANGKAT LUNAK

KERANGKA KERJA UNTUK METRIK PERANGKAT LUNAK

KERANGKA KERJA UNTUK METRIK PERANGKAT LUNAK

1. Tantangan Metrik Teknis

Pengukuran perangkat lunak degnan metrik tunggal diharapkan dapat memberian pengukuran yang komprehensif terhadap kompleksitas perangkat lunak, akan tetapi meskipun ada banyak pengukuran kompleksitas yagn telah dibentuk selama ini masing – masing memberikan pandangan yang berbeda mengenai apa itu kompleksitas dan atribut-atribut system yagn menyebabkan kompleksitas.
Ada suatu kebutuhan yagn mengukur dan mengontrol kompleksitas perangkat lunak, dan ketika metric tunggal dari “metric kualitas” sulit ditemukan maka harus dimungkinkan untuk mengembangkan pengukuran terhadap atribut program internal yagn berbeda (misalnya modularitas, efektif, indepedensi fungsional dan atribut-atribut lain yag dibahas pada bab 13). Pengukuran – pengukuran dan metric yagn ditarik dapat sebagai indicator independent dari kualitas model desain dan analisis.
Menjadi tantangan juga bahwa sebenarnya seberapa valid metric perangkat lunak (metric taknis) kualitas dan produk eksternalnya jagnaka panjang dari system berbasi computer?
Masng-masing dari tantangan tersebut adala suatu penyebab untuk peringatan tetapi bukan alasan untuk meninggalkan metrik teknis, artinya pengukuran menajdi hal terpenting jika kualitas menjadi tujua utamanya.

2. Prinsip Pengukuran

Berikut adalah pentingnya kenapa kita perlu menggunakan sederetan metric teknis:
a. Membantu mengevaluasi model desain dan analisis
b. Memberiakn indikasi mengenai kompleksitas desain procedural dank ode sumber
c. Memfasilitasi desain dari pengujian yagn lebih efektif.

Sebelum kita lebih mengenal jauh teori –teori metric teknis penting untk lebih dulu memahami pengukuran dasar. Roche [ROC94] mengusulkan proses pengukuran yagn dapat ditandai dengan lima aktivitas:
a. Formulasi : derivasi dari pengukuran dan metrik perangkat lunak yang sesuai bagi representasi perangkat lunak yang sedang dipertimbangkan
b. Koleksi : mekanisme yagn digunakan untk mengakumulasi data yang diperlukan untuk menarik metric yagn diformulasikan.
c. Analisis : komputasi metric dan aplikasi dari peranti matematis
d. Interpretasi : evaluasi terhadap metrik yagn menghasilkan usaha untuk mendapatkan wawasan ke dalam kualitas representasi
e. Umpan Balik : rekomendasi yang ditarik dari interpretasi metrik teknis yang ditransmisikan ke tim perangkat lunak.

Prinsip – prinsip yagn dapat dihubungkan dengan formulasi metric teknis adalah:
· Sasaran pengukuran harus dibangun sebelum pengumpulan data dimulai
· Masing – masin gmetrik teknis harus ditentukan dengan cara yagn tidak ambigu
· Metrik harus ditarik berdasarkan teori yang berlaku untuk domain aplikasi (misalnya : metric untuk desain harus menggunakan konsep dan prinsip desain dasar, dan harus berusaha untuk bisa memberiakn indikasi kehadiran suatu indikasi yang dianggap perlu)
· Metrik harus disesuaikan untuk mengakomodasi produk dan proses yagn spesifik.

Meskipun formulasi adalah sebuah titik awal yagn kritis, koleksi dan analisis merupakan aktivitas yagn mengendalikan proses pengukuran. Berikut prnisip – prinsip Roche untuk aktivitas-aktivitas pengukuran perangkat lunak:
1. Setiap kali dimungkinakan, koleksi dan analisis harus diotomatisasi .
2. Teknik statistic yag berlaku harus diapliaksikan untuk membangun komuniaksi antara atibut-atribut prosuk internal dengan karakteristik eksternal (misalnya: Tingkat kompleksitas arsitektur dikorelasiakn dengan jumlah cacat yang dilaporkan dalampenggunaan produksi)
3. Pedoman dan rekomendasi yang interpretatif harus dibangun bagi masing-masing metric.

Sumber : https://sam-worthington.net/