Our Blog

Berada di Frekuensi Sama, Pemerintah Pisahkan 5G dengan Satelit

Berada di Frekuensi Sama, Pemerintah Pisahkan 5G dengan Satelit

Berada di Frekuensi Sama, Pemerintah Pisahkan 5G dengan Satelit

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) mengungkapkan rencananya untuk memisahkan jaringan 5G dengan satelit.

Pada gelaran Selular Telco Outlook 2020, Ismail selaku Direktur Jendral Sumber Daya

dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, mengungkapkan keduanya akan berada dalam satu frekuensi yang sama yaitu 3,5 Ghz.

Adapun, Kominfo telah menyiapkan pembatas berupa ‘Guard Band’. Hal ini disebut Ismail untuk menghindari terganggunya jaringan 5G atau sebaliknya.

“Tujuannya supaya tidak saling mengganggu,” ujar Ismail, Senin (2/12).

 

Lebih lanjut, Kominfo sendiri menawarkan tiga jenis frekuensi berbeda untuk jaingan 5G.

Adapun ketiganya yaitu lower band 3,5 Ghz, middle band 2,6 Ghz, serta upper band atau 2,8 Ghz. Namun, Kominfo lebih memprioritaskan kepada frekuensi 3,5 Ghz.

Bahkan, Telkomsel telah menguji coba frekuensi 3,5 Ghz untuk jaringan 5G beberapa waktu lalu. Perlu diketahui, frekuensi 3,5 Ghz sendiri sebelumnya digunakan untuk pemerataan jaringan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Seperti yang disampaikan sebelumnya, Kominfo melihat adanya peluang bagi jaringan 5G

untuk berada di frekuensi prioritas. Meskipun begitu, tampaknya kehadiran 5G di Indonesia masih memerlukan waktu.

Pasalnya, Kominfo menyebut ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama terkait dengan waktu yang pas dalam membangun 5G. Adapun hal ini bertujuan untuk menghindari kegagalan pasar disisi permintaan dan suplay.

Kedua, operator masih belum mengusung konsep berbagi infrastuktur (infrastructure sharing) dalam membangun 5G. Langkah ini justru diklaim menguntungkan bagi Operator. Pasalnya, Ismail menyebut langkah ini bisa mengurangi biaya hingga 30 sampai 40 persen.

 

Baca Juga :