Our Blog

Apa benar posisi menentukan prestasi

Apa benar posisi menentukan prestasi

Apa benar posisi menentukan prestasi

Kalimat “Posisi Menentukan Prestasi” seringkali kita dengar dari para pelajar atau mahasiswa dikala telah datang waktunya… (Waktu apa? Waktu Ujian lah, apa lagi? hehe)
Nah, “posisi” apakah yang dimaksud di sini?
Apakah posisi nilai skor yang kita dapat? Hmm, bagus, tapi sayangnya tidak…
Posisi yang dimaksud di sini adalah, posisi “duduk”nya seseorang di dalam tempat ujian dalam rangka untuk menggunakan segala macam trik-trik atau jurus-jurus yang canggih bahkan AJIBuntuk memperoleh nilai yang maksimal. Apakah trik itu? Trik itu adalah MENCONTEK, MENGEBET, MENENGOK, CELINGAK-CELINGUK, PURA-PURA GARUK KEPALA, NUNDUK-NUNDUK, dan mungkin masih banyak lagi nama-nama yang lain yang belum kami deteksi, hehehe…

Nah, bagaimana posisi yang dimaksud?
a. Posisi yang aman, jauh dari meja dosen dan tidak terlalu kelihatan dari pengawasan dosen
b. Posisi yang bisa santai dan tenang melihat kiri kanan bila sudah buntu tidak bisa menjawab soal ujian
c. Posisi yang nyaman dan kurang terlihat pengawasan dosen sehingga bisa sebanyak mungkin berkesempatan membuka contekan yang sudah dipersiapkan.

Ragam posisi untuk mencontek biasanya mahasiswa yang sudah niat dan membuat contekan akan berebutan duduk di posisi belakang atau dekat tembok. Duduk di posisi tengah-tengah pun bila tidak terlalu kelihatan dari pengawasan dosen bisa melihat contekan. Bentuk contekan pun beragam mulai dari menulis di kertas kecil-kecil ditaruh di dalam tempat pensil atau di dalam tissue, contekan via HP sampai fotocopy-an yang skalanya diperkecil.

Nah, bagaimana hasil akhir dari ‘posisi menentukan prestasi’ ?
‘Prestasi‘ yang didapat biasanya nilai yang bagus dan memuaskan. (Kecuali kalau udah nyontek, salah lagi contekannya, subhanallah, sudah jatuh tertimpa tangga pula ini manusia)

Apabila mendapat nilai bagus dari hasil mencontek apakah membuat diri ini banggga? Sejauh ini mencontek dianggap sebagai hal yang wajar dan ‘usaha‘ untuk mendapatkan hasil yang bagus, rasanya mahasiswa yang mencontek pun bersikap biasa-biasa saja, yang penting nilai bagus. Tetapi hal ini sebenarnya tidak baik dan tidak pantas berbangga diri karena nilai yang diperoleh bukan dari kemampuan diri sendiri.

‘Posisi menentukan prestasi’ = Tindakan korupsi
Padahal dalam hal ini, telah terjadi penyalahgunaan makna ‘posisi menentukan prestasi’ oleh mahasiswa dan menjadi masuk dalam tindakan korupsi yang nyatanya sulit untuk dijauhi.

Apa saja bentuk korupsi tersebut?

1.Korupsi terhadap diri sendiri : pengaruh kepada diri sendiri adalah tidak jujur dan merendahkan kemampuan diri sendiri. Rasanya suatu kebanggaan yang semu mendapatkan nilai bagus dengan mencontek.
2.Korupsi terhadap teman : bersikap curang terhadap teman-teman lainnya yang sudah belajar keras menghadapi ujian bahkan tak dapat disangka mahasiswa yang tidak jujur bisa mendapatkan nilai lebih bagus daripada mahasiswa yang jujur.
3.Korupsi terhadap orangtua : sebagai anak tentu ingin memberikan hasil yang terbaik dengan cara yang baik tetapi jika melakukan hal yang tidak baik berarti telah menyia-nyiakan kepercayaan orangtua kepada diri sendiri.
4.Korupsi terhadap dosen : mahasiswa yang mencontek berarti tidak menghargai dosen yang sudah membuatkan soal ujian. Tidak mudah untuk membuat soal ujian dan dosen pasti mengharapkan hasil kerja mahasiswa dengan kemampuan sendiri.

Esensi ujian tentunya menguji kemampuan diri sendiri sejauh mana memahami materi bahasan. Mudah maupun sulit soal ujian sebaiknya dikerjakan sesuai kemampuan sendiri. Mencontek ini diibaratkan korupsi kecil-kecilan dan bila hal ini terus berlanjut maka bisa menghasilkan individu mahasiswa yang tidak jujur dalam menghadapi segala hal dalam kehidupan ini.
Posisi apapun saat ujian sebaiknya tidak perlu untuk dipermasalahkan dan mengerjakan soal ujian dengan jujur sehingga kalimat ‘posisi menentukan prestasi’ tidak bermakna negatif bagi mahasiswa dan korupsi mahasiswa ini dapat dikurangi sedikit demi sedikit.[1]
Padahal kalau orang tersebut mau belajar dengan sungguh-sungguh, mau diposisi manapun, (belakang, depan, kanan, kiri, dekat tembok, di luar ruangan, bahkan di atas atap sekolahpun) tetap saja orang tersbut bisa menjawab soal dan mendapatkan nilai yang bagus, inilah prestasi yang benar.

Nah, apa hukumnya orang yang mencontek pada saat ujian?

Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Syaikh Bin Baz -rahimahullah- (saat menjabat sebagai Mufti-pemberi fatwa) pernah mendapat pertanyaan:

“Apa hukum berbuat curang (menyontek) ketika ujian? Saya lihat, banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan lalu saya menasehati mereka, tapi mereka malah mengatakan, “Ini tidak apa-apa”.

Jawaban (dari Syaikh Bin Baz -rahimahullah-): Curang dalam ujian, ibadah dan muamalah hukumnya haram, berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

من غشنا فليس منا

Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami
(HR. Muslim, Kitab Al-Iman (101))

Disamping itu, hal tersebut dapat menimbulkan banyak mudharat baik di dunia maupun di akhirat. Maka seharusnya menghindari perbuatan tersebut dan saling mengingatkan untuk meninggalkannya.
Pernyataan ini diambil dari Al-Fatawa, Kitab ad-Da’wah, hal.157, Syaikh Bin Baz. Dinukil ulang dari: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, Pustaka Darul Haq.[2]

Nah, masih maukah kita mencontek?
Padahal kalau kita tidak termasuk ke dalam golongan Rasulullah yang kita cintai -shallallahu ‘alaihi wasallam-, maka kemana lagi tempat yang terbaik untuk kita? Padahal prestasi yang hakiki bagi kita semua adalah bagaimana kita dapat meraih ridha Allah dan dengan ridha Allah tersebut kita dapat dimasukkan ke dalam surga-Nya, yang merupakan prestasi berupa kemenangan yang agung. Apakah Allah akan ridha akan perbuatan kita mencontek tersebut?
Allah tidak melihat berapa nilai yang kau dapat saudaraku, namun Allah melihat kepada ketaqwaanmu, baik hati dan juga amalanmu. Semoga kita masih dapat bertaubat kepada Allah akan apa-apa yang pernah kita lakukan, dan memulai lembaran yang baru dengan bersikpa yang sportif dan bersih.

Kita berlindung kepada Allah dari segala perbuatan buruk yang dapat mengantarkan kita ke dalam kerugian baik di dunia maupun di akhirat, Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.’

Sumber : https://earlraytomblin.com/