Our Blog

2 Wanita Muslim Nekat Langgar Larangan Pakai Burkini di Kolam Renang Prancis

2 Wanita Muslim Nekat Langgar Larangan Pakai Burkini di Kolam Renang Prancis

2 Wanita Muslim Nekat Langgar Larangan Pakai Burkini di Kolam Renang Prancis

Dua wanita muslim telah

menentang larangan memakai burkini di kolam renang di kota Tenggara Grenoble, Prancis. Mereka memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Kecuali muka, tangan dan telapak kaki.

Aksi yang dilakukan keduanya terinspirasi oleh aktivis hak asasi Afro-Amerika Rosa Parks. Rosa menjadi terkenal setelah menolak mematuhi perintah sopir bus James Blake untuk memberikan kursinya agar seluruh ruangan hanya untuk penumpang kulit putih. Aksi ketidakpatuhan ini memulai gerakan Boikot Bus Montgomey yang merupakan salah satu aksi terbesar melawan diskriminasi ras.

Kembali ke cerita dua wanita muslim

kepada BBC, dua wanita bernama Hassiba dan Latifa itu mengungkapkan alasan melakukan aksi nekat melanggar aturan di Prancis. Keduanya merasa mereka seharusnya memiliki hak yang sama seperti warga negara lainnya.

“Kami mempunyai mimpi untuk bersenang-senang di kolam renang umum seperti semua warga negara lain, untuk menemani anak kami setiap kali mereka ingin berenang. Untuk meredakan rasa panas di cuaca yang sangat terik di musim panas ini tepatnya di Grenoble,” kata Hassiba dan Latifa.

“Kita harus berjuang melawan kebijakan diskriminatif dan prasangka di Prancis, karena kita sebenarnya kehilangan hak kita untuk mengakses layanan publik dan infrastruktur milik kota ini,” sambung Hassiba dan Latifa.

Hasiba dan Latifa pun nekat tetap berenang

memakai burkini meski busana tersebut dilarang dikenakan di Prancis. Burkini atau bikini khusus muslim ini dirancang oleh seorang keturunan Lebanon-Australia Aheeda Zanetti. Busana renang tersebut cukup untuk menutupi bagian tubuh yang disebut sebagai aurat bagi muslim.

Hasiba dan Latifa berenang di kolam renang Jean Bron, salah satu tempat di Prancis yang melarang penggunaan burkini. Keduanya pun didatangi penjaga kolam renang dan dilarang masuk ke dalam kolam. Namun mereka tetap nekat.
Mereka berenang selama kurang lebih satu jam bersama dengan pengunjung lainnya. Dan pada saat itu tak sedikit pengunjung yang memberikan dukungan hingga tepuk tangan pada keberanian mereka.

Setelah berenang, Hasiba dan Latifa harus menjalani interogasi polisi. Mereka kemudian didenda sebesar €35 atau sekitar Rp 560 ribu karena telah melanggar aturan hukum, demikian menurut laporan media France Bleu.

Aksi yang dilakukan Hassiba dan Latifa ini merupakan bagian dari gerakan Operation Burkino yang dilakukan sejak Mei 2019 oleh Citizen Alliance of Grenoble untuk membela hak perempuan Muslim.

Dalam postingan di Facebook, kelompok persatuan warga tersebut mengatakan tindakan Hassiba dan Latifa ini disebut bagian dari gerakan mereka. Kampanye yang juga dibuat dengan petisi untuk mendukung pemakaian burkini ini telah ditandatangani lebih dari 600 wanita muslim yang mendesak Walikota Genoble, Éric Piolle untuk mengubah peraturan di kolam renang umum tersebut.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/